Pendahuluan
Materi ini membahas cemaran dan keamanan mutu jamu dalam konteks pendidikan vokasi jamu. Mahasiswa memahami jenis cemaran dan kebutuhan pengujian berdasarkan risiko.
Tujuan Pembelajaran
Mahasiswa memahami jenis cemaran dan kebutuhan pengujian berdasarkan risiko.
Materi Pembelajaran
4.1 Cemaran biologis
Bahan tanaman dan produk dapat terpapar mikroorganisme selama budidaya, pencucian, pengeringan, atau pengemasan. Kadar kelembapan dan praktik sanitasi memengaruhi risikonya. Uji mikrobiologi memerlukan metode serta kriteria penerimaan yang tepat.
4.2 Cemaran kimia
Kontaminasi dapat berkaitan dengan logam toksik, residu pestisida, atau bahan kimia obat yang tidak diizinkan sebagai campuran. Ketiadaan perubahan warna atau bau tidak membuktikan tidak ada cemaran. Pemilihan pemeriksaan didasarkan pada ketentuan serta kajian risiko.
4.3 Pencegahan dan tindak lanjut
Pengendalian mutu dimulai dari pemasok dan lingkungan produksi, bukan hanya pemeriksaan produk jadi. Hasil di luar spesifikasi memerlukan pemisahan produk, investigasi, dan keputusan sesuai prosedur. Produk tidak boleh dinyatakan aman hanya karena satu pemeriksaan lulus.
Contoh Penerapan Di Bidang Jamu
Dalam investigasi lot jamu gagal uji mikroba, telusuri proses pengeringan, sanitasi alat, dan kondisi penyimpanan bahan.
Latihan / Studi Kasus
Susun diagram sumber cemaran dari budidaya sampai penjualan serta titik pengendaliannya.
Rangkuman
Keamanan jamu memerlukan pencegahan, pengujian yang relevan, dan pengelolaan ketidaksesuaian.
Istilah Kunci
Cemaran biologis; Cemaran kimia; Pencegahan dan tindak lanjut
Referensi Utama
- WHO. Guidelines for Assessing Quality of Herbal Medicines with Reference to Contaminants and Residues (2007).
- BPOM RI. Peraturan BPOM Nomor 29 Tahun 2023 tentang Persyaratan Keamanan dan Mutu Obat Bahan Alam.
- BPOM RI. Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penerapan CPOTB.