Pendahuluan

Materi ini membahas pengujian organoleptik dan fisik dalam konteks pendidikan vokasi jamu. Mahasiswa mengenali uji awal serta keterbatasan karakteristik visual produk.

Tujuan Pembelajaran

Mahasiswa mengenali uji awal serta keterbatasan karakteristik visual produk.

Materi Pembelajaran

2.1 Organoleptik

Penampilan, warna, bau, dan bentuk dapat memberi gambaran awal konsistensi suatu produk. Pemeriksaan menggunakan kondisi pengamatan yang seragam dan sampel pembanding bila tersedia. Hasil tidak dapat menjadi dasar tunggal untuk menyatakan komposisi atau keamanan.

2.2 Parameter fisik

Parameter yang relevan bergantung pada jenis sediaan, misalnya kadar air/susut pengeringan untuk bahan kering atau karakteristik alir untuk serbuk. Metode, alat, dan kondisi pelaksanaan harus merujuk standar atau prosedur yang disahkan. Hasil dipasangkan dengan spesifikasi produk.

2.3 Pengaruh penyimpanan

Kelembapan, suhu, oksigen, dan cahaya dapat memengaruhi warna, bentuk, atau kestabilan. Temuan menggumpal atau bau berubah menjadi sinyal untuk pemeriksaan lanjutan, bukan diagnosis pasti adanya mikroorganisme. Catat kondisi kemasan dan umur simpan.

Contoh Penerapan Di Bidang Jamu

Serbuk jamu yang menggumpal diperiksa dari sisi kondisi kemasan, kelembapan, serta parameter mutu yang relevan.

Latihan / Studi Kasus

Susun checklist pemeriksaan organoleptik untuk serbuk, cairan, dan simplisia rajangan.

Rangkuman

Pengujian fisik membantu skrining mutu, tetapi perlu didukung metode analisis yang sesuai.

Istilah Kunci

Organoleptik; Parameter fisik; Pengaruh penyimpanan

Referensi Utama

  • WHO. Quality Control Methods for Herbal Materials (2011).
  • BPOM RI. Peraturan BPOM Nomor 29 Tahun 2023 tentang Persyaratan Keamanan dan Mutu Obat Bahan Alam.