Pendahuluan

Materi ini membahas rendemen, pemekatan, dan mutu ekstrak dalam konteks pendidikan vokasi jamu. Mahasiswa mampu menghitung rendemen dan menafsirkan hasil ekstraksi.

Tujuan Pembelajaran

Mahasiswa mampu menghitung rendemen dan menafsirkan hasil ekstraksi.

Materi Pembelajaran

3.1 Perhitungan rendemen

Rendemen massa ekstrak (%) = massa ekstrak yang ditetapkan dibagi massa bahan awal yang relevan × 100%. Basis perhitungan harus jelas, misalnya massa simplisia kering; ekstrak dengan sisa pelarut yang berbeda tidak dapat dibandingkan langsung. Rendemen tinggi tidak otomatis menunjukkan khasiat tinggi.

3.2 Pemekatan dan penyimpanan

Pemisahan pelarut dilakukan dengan kondisi yang mempertimbangkan stabilitas senyawa dan keselamatan. Suhu berlebihan dapat mempercepat degradasi, sedangkan pelarut tersisa dapat memengaruhi mutu. Jenis kemasan, cahaya, kelembapan, dan suhu penyimpanan dicatat.

3.3 Karakterisasi ekstrak

Pengamatan bentuk, warna, konsistensi, serta parameter spesifik dan nonspesifik yang relevan membantu penilaian mutu. Metode dan batas mengikuti standar yang sesuai. Catatan bets, bahan masuk, dan proses memudahkan penelusuran bila terjadi perubahan atau ketidaksesuaian.

Contoh Penerapan Di Bidang Jamu

Dari 100 g simplisia kering diperoleh 12 g ekstrak dengan basis massa yang sama, sehingga rendemen terhitung 12%; mutu tetap harus dinilai terpisah.

Latihan / Studi Kasus

Hitung rendemen pada dua contoh data dan jelaskan mengapa hasil tidak boleh dipakai sebagai bukti efektivitas.

Rangkuman

Rendemen adalah ukuran hasil proses; identitas, profil kimia, cemaran, dan stabilitas tetap memerlukan evaluasi.

Istilah Kunci

Perhitungan rendemen; Pemekatan dan penyimpanan; Karakterisasi ekstrak

Referensi Utama

  • Kementerian Kesehatan RI. Farmakope Herbal Indonesia Edisi II beserta Suplemen II (2026).
  • BPOM RI. Peraturan BPOM Nomor 29 Tahun 2023 tentang Persyaratan Keamanan dan Mutu Obat Bahan Alam.
  • BPOM RI. Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penerapan CPOTB.