Pendahuluan
Materi ini membahas larutan, konsentrasi, dan perhitungan dasar dalam konteks pendidikan vokasi jamu. Mahasiswa dapat menghitung konsentrasi serta pengenceran sederhana.
Tujuan Pembelajaran
Mahasiswa dapat menghitung konsentrasi serta pengenceran sederhana.
Materi Pembelajaran
2.1 Larutan dan kelarutan
Larutan terdiri atas zat terlarut dan pelarut yang membentuk fase homogen. Kelarutan dipengaruhi sifat senyawa, pelarut, suhu, dan pH. Larutan jernih tidak selalu berarti hanya mengandung satu senyawa; sebaliknya kekeruhan tidak otomatis menunjukkan kontaminasi tanpa pemeriksaan.
2.2 Satuan konsentrasi
Molaritas (M) adalah mol zat terlarut per liter larutan, M=n/V. Persentase massa/volume dapat dinyatakan sebagai gram zat per 100 mL larutan dengan definisi yang jelas. Gunakan satuan secara konsisten agar pengujian dan hasil antarpercobaan dapat dibandingkan.
2.3 Prinsip pengenceran
Bila jumlah zat terlarut dipertahankan, pengenceran ideal mengikuti C1×V1=C2×V2. Contoh: untuk membuat 100 mL larutan 1% dari stok 5%, diperlukan 20 mL stok kemudian ditambah pelarut hingga volume akhir 100 mL. Pengenceran harus menggunakan alat ukur yang sesuai.
Contoh Penerapan Di Bidang Jamu
Perhitungan konsentrasi diperlukan saat menyiapkan reagen untuk uji identitas simplisia atau kromatografi.
Latihan / Studi Kasus
Hitung volume stok 10% yang dibutuhkan untuk menyiapkan 50 mL larutan 2%; tampilkan langkah dan satuan.
Rangkuman
Konsentrasi dan pengenceran merupakan dasar kuantitatif yang perlu dikuasai sebelum praktikum fitokimia.
Istilah Kunci
Larutan dan kelarutan; Satuan konsentrasi; Prinsip pengenceran
Referensi Utama
- WHO. Quality Control Methods for Herbal Materials (2011).