Pendahuluan
Materi ini membahas farmakokinetika: perjalanan zat dalam tubuh dalam konteks pendidikan vokasi jamu. Mahasiswa menjelaskan absorpsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi.
Tujuan Pembelajaran
Mahasiswa menjelaskan absorpsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi.
Materi Pembelajaran
2.1 Absorpsi dan bioavailabilitas
Absorpsi merupakan proses masuknya zat dari tempat pemberian menuju sirkulasi sistemik; bioavailabilitas menunjukkan fraksi paparan yang mencapai sirkulasi dalam bentuk relevan. Kelarutan, stabilitas di saluran cerna, serta formulasi memengaruhi jumlah zat yang terserap.
2.2 Distribusi dan metabolisme
Setelah terserap, zat terdistribusi melalui aliran darah dan dapat berikatan dengan protein atau jaringan. Enzim metabolisme, terutama di hati dan usus, dapat mengubah zat menjadi metabolit dengan aktivitas berbeda. Pengaruh herbal terhadap enzim metabolisme berpotensi menimbulkan interaksi.
2.3 Ekskresi dan kelompok rentan
Ginjal dan empedu berperan dalam pengeluaran berbagai zat atau metabolit. Gangguan fungsi organ dapat mengubah lama paparan. Data untuk ibu hamil, anak, lansia, dan pasien penyakit kronis sering terbatas sehingga diperlukan kehati-hatian serta rujukan profesional.
Contoh Penerapan Di Bidang Jamu
Suatu senyawa yang aktif pada kultur sel dapat memiliki bioavailabilitas rendah saat dikonsumsi sehingga temuan tersebut tidak dapat langsung dipakai sebagai rekomendasi dosis.
Latihan / Studi Kasus
Buat skema ADME dan beri satu faktor yang memengaruhi setiap tahap.
Rangkuman
Farmakokinetika membantu menjelaskan mengapa hasil uji laboratorium tidak langsung sama dengan efek pada manusia.
Istilah Kunci
Absorpsi dan bioavailabilitas; Distribusi dan metabolisme; Ekskresi dan kelompok rentan
Referensi Utama
- WHO. Key Technical Issues of Herbal Medicines with Reference to Interaction with Other Medicines (2021).
- WHO. Pharmacovigilance for Traditional Medicine Products: Why and How? (2018).